Friday, September 4, 2009

Ibrahimovic: Barcelona Lebih Baik dari Inter


Striker Barcelona, Zlatan Ibrahimovic, tidak akan bisa melupakan Inter Milan karena tim itu turut memberi sukses dalam kariernya. Namun, ia menegaskan bahwa Barca lebih baik dari Inter.

Baru sepekan lalu, pemain Swedia itu datang ke San Siro untuk menyaksikan bekas timnya itu melawan AC Milan. Sebelum duel tersebut, mantan pemain Ajax itu sudah memprediksi bahwa Inter bakal menang karena lebih baik dari Milan. Benar, "I Nerazzurri" akhirnya melumat Milan dengan 4-0.

Itu hanya sebatas Serie A. Di kancah Liga Champions, Ibra punya pendapat lain. Menurutnya, Barcelona sebagai juara bertahan tetaplah lebih baik. Itu akan ia buktikan saat datang ke Giuseppe Meazza, 16 September nanti.

"Aku tak sabar menanti hari itu. Kembali ke San Siro dengan seragam berbeda di punggungku akan sangat menarik" katanya. "Aku berharap menang karena kurasa kami adalah tim yang lebih baik. Aku tahu Barcelona lebih baik dari Inter."

Ibra kemudian menceritakan bagaimana Xavi Hernandez dkk memainkan bola dari kaki ke kaki, menjelajahi daerah lawan, lalu mencetak gol dengan determinasi tinggi. Itulah keunggulan "El Barca" saat ini.

"Klub baruku bermain lebih menyerang dan fokus pada penguasaan bola. (Bagiku) yang lebih penting adalah mempelajari cara kerja sistem dan passing," tambahnya.

Ibra kini berjanji untuk tampil lebih baik karena sampai saat ini ia masih merasa belum beradaptasi penuh. Satu gol yang dicetaknya ke gawang Sporting Gijon belum cukup untuk mematangkan permainannya.

Friday, August 28, 2009

Pedro pounces to add to Barça glory


A 115th-minute goal from substitute Pedro Rodríguez finally ended the resistance of FC Shakhtar Donetsk and gave FC Barcelona a third UEFA Super Cup triumph in Monaco.

Dramatic victory
Spain's first treble winners last season, Barcelona had started the new campaign as they ended the old by collecting silverware thanks to last weekend's Spanish Super Cup victory, but Josep Guardiola's team struggled to unpick a well-drilled Shakhtar defence despite enjoying the vast majority of the possession. Shakhtar, bidding to become the 23rd side to lift the UEFA Super Cup and the first Ukrainian winners since FC Dynamo Kyiv's 1975 triumph, held out to take the game into 30 additional minutes and looked to have earned a penalty shoot-out. Pedro had other ideas, however, exchanging passes with the tireless Lionel Messi to finally beat Shakhtar goalkeeper Andriy Pyatov with a low shot and add yet another trophy to Barça's ever-expanding collection.

Henry opening
Much attention pre-match focused on Barcelona's marquee summer signing Zlatan Ibrahimović while Messi picked up the Club Footballer of the Year and Best Forward prizes at the UEFA Club Football Awards on Thursday yet it was the third member of Josep Guardiola's attack who was first to threaten. Nine minutes in, Thierry Henry expertly shook off Shakhtar captain Darijo Srna with a perfectly-executed turn before sending a fizzing shot fractionally too high from the edge of the area.

Messi denied
Although Victor Valdés had to race from his line to whip the ball off the toes of Luiz Adriano neither goalkeeper was called into serious action until the 33rd minute, when Messi played a swift one-two with Xavi Hernández and raced into the area only for Pyatov to smother his shot. The Argentinian forward had another shooting opportunity as half-time approached but was unable to beat Shakhtar's defensive wall with his curling free-kick as the Spanish side stepped up their bid to add to their triumphs in this competition in 1992 and 1997.

Spectacular efforts
Still without Andrés Iniesta due to a thigh injury that has kept the midfielder on the sidelines since the UEFA Champions League final, Barcelona nevertheless continued to largely control the tempo as the second half kicked off but struggled to carve out clear chances, Ibrahimović's sliced attempt encapsulating their difficulties. Henry then failed to connect with an ambitious overhead kick before Pyatov produced two smart saves in quick succession to deny Messi and Henry.

Extra-time excitement
Messi was then unable to make the most of the time afford to him by Daniel Alves's cross, Pyatov easily gathering his weak right-foot effort, while Henry nearly turned in Carles Puyol's flick-on from a corner. With neither side able to find a breakthrough the match moved into extra time, where the introduction of Julius Aghahowa added verve to the Shakhtar attack, Valdés diving to his left to push away the striker's low shot. It was to be a Barcelona replacement who had the decisive word, however, Srna hacking away one Pedro effort yet the 22-year-old would not be denied and finally ended Shakhtar's resolve after a typically intricate m

Pedro Menangkan Barcelona

Barcelona melengkapi tiga gelarnya musim lalu dengan meraih Piala Super Spanyol setelah pemain pengganti Pedro R$odriguez mencetak gol kemenangan 1-0 atas Shakhtar Donetsk melalui extra time di Stade Louis II, Monaco, Jumat (28/8).

Musim lalu, Barcelona meraih trofi Liga Champions, La Liga Spanyol dan Piala Raja Spanyol sekaligus prestasi pertama yang mampu diraih klub Spanyol. Dan bagi Barcelona, trofi ini merupakan yang kedua di awal musim setelah pekan lalu membungkus Piala Super Spanyol.

Adapun Shakhtar maju ke laga ini karena statusnya sebagai juara terakhir Piala UEFA karena formatnya berganti menjadi Liga Europa mulai musim ini. Artinya, Piala Super Eropa musim depan akan mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Europa.

Barcelona turun dengan kekuatan penuh, termasuk striker Zlatan Ibrahimovic, di lini depan. Satu-satunya pemain yang absen adalah pemain bertahan asal Meksiko Rafael Marquez yang masih dibekap cedera.

Tak heran, Los Azulgranas bisa mendominasi penuh jalannya pertandingan. Serangan senantiasa mengalir dari pasukan Pep Guardiola yang melahirkan 17 tendangan ke gawang berbanding empat tendangan dalam waktu 90 menit. Tetapi seluruh peluang itu selalu mentok dihadang kiper Andriy Pyatov yang tampil sangat gemilang.

Selain itu, pertahanan Shakhtar sangat disiplin dalam menutup ruang tembak para pemain Barcelona. Ironisnya, bek tengah Shakhtar Dymytro Chyrgrynskiy justru segera pindah ke Barcelona setelah laga ini.

Pada menit ke-33, bola tendangan bebas pemain terbaik Eropa Lionel Messi jatuh di hadapan Xavi Hernandez. Namun Pyatov dengan cepat menutup ruang gelandang terbaik Eropa itu.

Aksi kiper Tim Nasional Ukraina itu yang paling mengagumkan adalah saat menggagalkan dua peluang beruntun Barcelona pada menit ke-74 ketika meninju bola yang akan disundul Messi dan menepis tembakan Thierry Henry.

Gagal terus menerus membuat sejumlah pemain Barca agak frustrasi. Bahkan Messi harus mendapat kartu kuning karena bersitegang dengan Darijo Srna saat peluangnya gagal menjadi gol.

Memasuki masa perpanjangan waktu, kendali permainan masih dipegang Barca. Tapi Shakhtar juga sempat meraih peluang ketika pemain pengganti Julius Agahowa bisa menembus pertahanan dan melepas tembakan sehingga memaksa kiper Victor Valdes memblok bola.

Tapi pada menit ke-112, Barca selayaknya unggul jika striker pengganti Bojan Krkic tak egois menyelesaikan peluang dari sudut sempit. Sedangkan bola tembakan keras Daniel Alves masih menyamping sedikit dari gawang Pyatov.

Namun di saat Shakhtar sedang mendapat "angin" karena berkali-kali bisa menahan gempuran Barca dan berharap pada adu penalti, pasukan Mircea Lucescu justru kebobolan.

Enam menit menjelang bubaran, permainan satu-dua sentuhan khas Barca yang sangat jarang muncul di laga ini akhirnya menjadi penentu. Kerjasama Pedro, yang main menggantikan Ibrahimovic, dengan Messi di antara barisan belakang Shakhtar langsung diselesaikan Pedro dengan tembakan menuju pojok gawang tanpa bisa dihalau Pyatov.

Gol pemain berusia 22 tahun itu sekaligus menjadikan Barca tak terkalahkan dalam tiga pertemuan dengan Shakhtar. Dua pertemuan sebelumnya terjadi di Liga Champions musim lalu. (Hdn)

Susunan pemain

Barcelona:
Victor Valdes; Daniel Alves, Gerard Pique, Carles Puyol, Eric Abidal; Yaya Toure (Busquet 100), Xavi Hernandez, Seydou Keita; Zlatan Ibrahimovic (Pedro 81), Lionel Messi, Thierry Henry (Bojan 96).

Shakhtar Donetsk: Andriy Pyatov; Darijo Srna, Olexandr Kucher, Dymytro Chygrynskiy, Razvan Rat; Tomas Hubschman, Ilsinho, Olexiy Gai (Kobin 80); Fernandinho (Jadson 80), Willian (Agahowa 90), Luiz Adriano.

Messi Berterima Kasih kepada Rekan Setimnya

Setelah mendapat penghargaan Pesepakbola Terbaik Eropa tahun ini dari UEFA, penyerang Barcelona Lionel Messi mencoba merendah dan mempersembahkan gelar tersebut kepada rekan-rekan setimnya.

Messi kemarin malam dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa tahun ini versi UEFA berkat prestasi menawannya membawa Barcelona menjuarai Liga Champions.

Rupanya Messi tidak melupakan rekan-rekannya di Barcelona dan mengucapkan terima kasih. Menurutnya tanpa bantuan pemain-pemain Los Azulgranas lainnya ia tidak akan bisa mendapatkan gelar itu.

"Saya tahu ini merupakan kesuksesan tim. Saya sangat senang dan saya mendedikasikan ini untuk mereka. Tanpa rekan-rekan setimku saya bukan apa-apa di lapangan," tukas Messi kepada Sport.

"Seluruh tim pantas menerima atas musim yang kami miliki tahun lalu. Menyenangkan untuk berbagi gelar ini dengan kolegaku," tegas Messi.

Messi juga tetap merendah meski ia berhasil mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Samuel Eto'o dalam penghargaan itu.

"Saya hanya hanya memikirkan tentang pekerjaanku, untuk terus tumbuh sebagai seorang pemain dan mempelajari hal-hal baru. Saya tidak pernah percaya saya merupakan yang terbaik di dunia dan tujuanku selalu untuk tetap bekerja dan memenangkan sesuatu," tegas Messi.

Tuesday, August 25, 2009

Ibrahimovic Bisa Adaptasi Cepat


BARCELONA - Bintang Barcelona Thierry Henry memperhitungkan rekan barunya Zlatan Ibrahimovic akan dengan mudah masuk dalam strategi permainan The Blaugrana. Henry menilai, Ibra adalah sosok pemain yang cepat dalam beradaptasi.

Henry tentu tidak akan melupakan problem ketika pertama kali menginjakan kaki di Nou Camp. Pemain asal Prancis ini gagal melakukan debut gemilang di musim perdananya dengan Barcelona. Baru di musim lalu Henry bisa nyetel dengan formasi Barca, hingga memberikan tiga gelar.

Mengenai rekan barunya Zlatan Ibrahimovic, Henry mengaku memperhatikan sikap Ibra sejak tiba di Nou Camp, bulan lalu. Henry meyakini bila striker asal Swedia itu akan dengan mudah beradaptasi dengan strategi Barca.

"Saya tidak akan yakin dia memiliki masalah dengan adaptasi. Pada kasus saya, ada sedikit perbedaan ketika di Arsenal dan di sini. Syaa terbiasa bermain di tengah, Tapi, di Barca saya ditempatkan di sisi kiri. Ini butuh waktu untuk adaptasi," jelas Henry seperti dilansir sky sports, Selasa (25/8/2009).

"Zlatan Ibrahimovic akan bermain di depan dan menggunakan nomor sembilan. Itu adalah pekerjaannya dan itulah asalannya saya menyebut dia akan mudah beradaptasi," lanjut mantan striker Arsenal ini.

Henry juga berdiskusi tentang kondisi fisiknya menghadapi musim baru ini. Pemain 32 tahun itu diistirahatkan pelatih Timas Prancis, Raymon Domenech pada laga melawan Kepulauan Faroe, dua pekan lalu. Namun, Henry ikut ambil bagian kala Barca menang 3-0 atas Athletic Bilbao, akhir pekan lalu.

"Saya sempat merasakan sakit selama tiga pekan, pada bagian lutut. Saya memilih absen membela Prancis. Tapi, setelah bertanding melawan Bilbao, saya sudah merasa siap belaga di musim ini," tutup Henry.

Xavi Ingin Barca Lanjutkan Performa

BARCELONA - Barcelona memulai kampanye musim ini dengan indah. Trofi Piala Super Spanyol menjadi trofi perdana Blaugrana di musim ini. Xavi Hernandez berharap, timnya bisa melanjutkan tren positif sepanjang musim ini.

Bermain dua leg menghadapi Athletic Bilbao dalam perebutan trofi Super Spanyol, Barcelona tampil tanpa celah. Berhasil menang 2-1 pada leg pertama di San Mames, Blaugrana mencukur tim yang menjadi lawannya di final Copa Del Rey musim lalu itu, 3-0 pada pertemuan kedua di Camp Nou.

Dwigol Lionel Messi serta satu gol Bojan Krkic mengantar Los Azulgrana merengkuh trofi perdana dari enam maksimal trofi yang bisa direngkuh musim ini dengan kemenangan agregat 5-1. Lima trofi lainnya adalah, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antar Klub, La Liga, Copa Del Rey dan Liga Champions.

Menyikapi hasil ini, tentu Xavi bangga dengan pencapaian timnya. Namun gelandang Timnas Spanyol ini meminta rekan-rekan setimnya untuk tidak cepat berpuas diri. Sebab, menurutnya masih banyak tantangan di depan yang harus bisa dilewati dengan sempurna.

"Kami memulai perjuangan dengan sangat baik dan kini kami hanya harus mempertahankan konsentrasi dan melanjutkan tren positif ini," papar Xavi sebagaiamana dilansir Marca, Senin (24/8/2009).

"Untuk saat ini, kami telah berhasil melewati tantangan pertama. Kami sadar, akan selalu ada tekananan. Namun, tahun ini kami ingin menunjukkan seluruh kemampuan yang dimiliki tim ini," tambah jenderal lapangan tengah 29 tahun ini.

Ya, perjuangan Barca melanjutkan perburuannya akan trofi juara, kembali terhampar pada Jumat (28/8/2009). Barca akan meladeni perlawanan jawara UEFA Cup (kini Europa League) Shaktar Donetsk pada ajang Piala Super Eropa di Stadion Louis II, Monaco, Prancis.

Pep Tak Bermaksud Sapu Bersih Gelar

BARCELONA - Barcelona melengkapi kesuksesan di musim ini dengan merengkuh gelar Supercopa de Espana. Dengan demikian bertambah pula trofi di lemari piala Barca. Tapi, pelatih Josep Guardiola hanya bersikap merendah dengan kesuksesan tersebut.

Guardiola mengucapkan selamat kepada anak asuhnya usai mengalahkan Athletic Bilbao 3-0. Guardiola mengaku sama sekali tidak berpikir dirinya dan skuad Barca bisa menjadi juara di lima kompetisi.

"Kami sama sekali tidak bermaksud menjadi juara di tiga kompetisi atau lima. Saya hanya mengharapkan satu gelar," jelas Pep seperti dikutip Marca, Senin (24/8/2009).

Usai mengubur Bilbao dengan agregat 5-1, Guardiola juga memuji performa apik yang ditunjukan para pemain. Khususnya kepada striker anyar, Zlatan Ibrahimovic.

"Tim ini sudah kembali tampil baik. Pergerakan para pemain yang bagus dan membuat banyak peluang. Saya ingin memberikan selamat untuk trofi pertama di musim ini. Saya juga puas dengan penampilan Ibrahimovic dia bisa membawa banyak perubahan," tutup Pep.