Monday, May 13, 2013

Alves Persembahkan Titel La Liga untuk Vilanova & Abidal


 Barcelona berhasil merebut gelar juara La Liga musim 2012/2013. Bek Barca, Dani Alves, mendedikasikan gelar ini untuk Tito Vilanova dan Eric Abidal.

Gelar juara La Liga musim ini dipastikan jadi milik Azulgrana setelah Real Madrid yang jadi rival terdekatnya hanya bermain imbang 1-1 dengan Espanyol di pertandingan sehari sebelumnya. Barca kemudian menandai gelar juara mereka dengan kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid, Senin (13/5) dinihari WIB.

"Aku sangat senang, memenangi gelar ini adalah sebuah proses panjang tapi kami sudah melakukannya, sekarang kami harus merayakannya karena ini layak dirayakan," ucap Alves di situs resmi klub.

"Jika memenangi La Liga itu mudah, kami tidak akan kehilangannya musim lalu," lanjut pemain asal Brasil itu.

Alves pun menyebut gelar La Liga musim ini sebagai gelar yang spesial, mengingat Barca sempat tak didampingi oleh Vilanova yang sakit dan kehilangan Abidal yang juga bermasalah dengan kesehatannya. Karena itu, dia mempersembahkan gelar ini untuk Vilanova dan Abidal.

Seperti diketahui, Vilanova harus menjalani perawatan di New York untuk penyakit tumor pada kelenjar liurnya. Entrenador 44 tahun itu absen mendampingi Lionel Messi dkk. sejak bulan Desember tahun lalu dan baru kembali di bulan Maret.

Sementara itu, Abidal divonis mengidap kanker hati di tahun 2011. Setelah menjalani operasi transplantasi hati di tahun lalu, Abidal akhirnya dinyatakan sembuh dan bisa kembali merumput. Laga melawan Real Mallorca awal April lalu jadi laga kompetitif pertama Abidal setelah absen hampir dua tahun.

"Aku ingat ketika Abidal dan Tito kembali ke tim. Ini adalah tahun yang spesial karena kami memenangi sesuatu yang lebih penting dari sekadar piala, kami memenangi pertarungan untuk hidup Abi dan Tito," lanjut Alves.

"Liga ini adalah untuk mereka, untuk segalanya yang sudah mereka derita," tandasnya.

Vilanova: Musim yang Bagus untuk Barca


Madrid - Entrenador Barcelona Tito Vilanova menyebut musim ini sudah bagus untuk timnya seiring dengan keberhasilan menjuarai La Liga Primera, kendatipun tak mampu melaju lebih jauh di Liga Champions.

Barca telah dipastikan menjuarai La Liga menyusul hasil imbang yang dituai Real Madrid dengan Espanyol, Minggu (12/05/2013) dinihari WIB lalu.

Setelah dipastikan kembali jadi kampiun La Liga, sekaligus merebut gelar itu dari tangan Madrid yang merupakan juara musim lalu, Barca memantapkannya dengan kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid, Senin (13/5) dinihari WIB.

Hasil itu membuat Barca kini mengoleksi 91 poin dari 35 partai, menyisakan tiga laga lagi, unggul 10 poin dari Madrid yang ada di posisi dua dan sudah memainkan 36 laga.

"Tak diragukan lagi kami sudah menjadi tim terbaik di La Liga. Kami tahu kami harus memenangi poin sebanyak mungkin di awal musim karena tim-tim besar biasanya kehilangan poin di partai-partai awal musim," komentar Vilanova di situs Barca.

"Kami memulai musim dengan baik dan itu memberi kami keuntungan," lanjutnya.

Ketika diminta untuk menilai performa tim tahun ini, Vilanova--pelatih keenam dalam sejarah Barca yang meraih gelar La Liga di musim pertamanya--memberi penilaian positif walaupun ada satu ganjalan karena Barca sudah tersingkir di semifinal Liga Champions.

"Menjuarai La Liga setahun setelah tidak memenanginya merupakan hal luar biasa! Musim di mana Anda bisa meraih gelar liga selalu menjadi musim bagus."

"Kami menyesalkan fakta bahwa kami tak bisa bersaing lebih baik di Liga Champions. Tahun depan akan lebih sulit, tapi kami akan berusaha memenanginya," seru Villanova.

Barca Juara La Liga: Dominasi Sejak Pekan Pertama


Meski belum bertanding, Barcelona sudah memastikan meraih gelar Liga Spanyol musim ini. Titel nomor 22 milik Blaugrana terasa spesial karena mereka terus berada di puncak klasemen sejak pekan pertama.

Barcelona mengawali upaya menjuarai Liga Spanyol musim ini dengan meraih kemenangan besar atas Real Sociedad dengan skor 5-1, sementara Madrid cuma bermain imbang 1-1 dengan Valencia. Hasil di pekan pertama itu langsung menempatkan skuat besutan Tito Vialnova di puncak klasemen.

Lionel Messi kemudian melanjutkan hasil tersebut dengan kemenangan demi kemenangan lain. Berturut-turut mereka mengandaskan Osasuna, Valencia, Getafe, Granada dan Sevilla. Memasuki pekan keempat kompetisi, Barcelona sudah unggul delapan poin dari El Real.

Rentetan kemenangan Barcelona tersebut baru terhenti di pekan ketujuh, saat di Camp Nou Barca bermain imbang 2-2 dengan Madrid. Tapi hasil imbang tersebut tak mengubah posisi Barca di puncak klasemen.

Barcelona kemudian malah mencatatkan rekor baru di Liga Spanyol saat mereka menuntaskan paruh pertama musim dengan catatan 18 kemenangan dan sekali imbang. Belum pernah ada klub yang punya statistik awal musim sebaik itu sebelumnya.

Di paruh musim tersebut jarak Barcelona dengan Madrid sudah menjurang 18 poin, sementara atas Atletico Madrid ada 11 poin yang jadi pembeda. Meski kompetisi masih panjang, saat itu Blaugrana sudah dianggap tak terkejar lagi.

Penampilan Barcelona sedikit menurun di paruh kedua musim karena mereka kembali kalah atas Real Sociedad dan dipaksa imbang empat kali oleh lawan-lawannya. Namun karena sudah menciptakan keunggulan jauh di posisi teratas klasemen, Barca tetap tak tergoyahkan.

Hingga akhirnya dinihari tadi, di pekan 35, Barca resmi dinyatakan sebagai juara La Liga musim 2012/2013 menyusul hasil imbang Madrid saat bertamu ke Espanyol. Barca pun jadi juara dengan terus berada di posisi teratas klasemen sejak pekan perdana.

Ini bukan kali pertama ada klub yang jadi juara dengan menguasai puncak klasemen sejak pertandingan pertama liga. Musim 1984/1985 Barca juga pernah melakukannya, selain itu Madrid pun punya catatan serupa di musim 1987/1988. Demikian diberitakan Marca.

Saturday, May 4, 2013

Laporta: Rosell Sudah 'Hancurkan' Barca


Barcelona - Joan Laporta kembali melontarkan kritik keras kepada rezim kepemimpinan Sandro Rosell, yang dinilai sudah membawa Barcelona ke titik terendahnya musim ini.

Laporta adalah presiden klub sedari 2003 hingga 2010 sebelum akhirnya digantikan Rosell saat pemilihan tiga tahun silam. Laporta bisa dibilang adalah sosok yang sukses membuat Barca hingga seperti sekarang.

Rezim Rosell sendiri memang masih berlangsung hingga 2016 mendatang dan diprediksi Laporta akan kembali ikut dalam pemilihan, demikian halnya dengan Rosell. Dua orang yang pernah bekerja sama sebagai presiden dan wakil presiden ini akan bertarung.

Beberapa waktu lalu Laporta pernah mengkritik kepemimpinan Rosell dan pasca Barca tersingkir memalukan dari Liga Champions (kalah agregat 0-7 dari Bayern Munich), Laporta kembali menyerang Rosell.

"Terkadang saya berpikir serius mengenai kemungkinan masuk dalam pemilihan (presiden Barcelona) lagi, tapi saya belum memutuskan. Saya harus menghormati ini dalam level keluarga serta profesionalisme," ujar Laporta di Football Espana.

"Keputusan pertamanya (Rosell) adalah mencoret Johan Cruyff sebagai presiden kehormatan klub dan lalu mengancam saya dan eks petinggi lainnya sebesar 47 juga euro karena gagal menangani Barca dengan baik," sambung pria 50 tahun yang berprofesi sebagai pengacara itu.

"Ketika para pemain mengatakan hal-hal seperti itu (sebagaimaan Gerard Pique akhir pekan ini soal absennya Messi), ini karena segalanya berjalan pasif, ada sesuatu yang tak berjalan, ada keputusan yang tidak diambil atau tidak bekerja sama sekali."

"Mereka seperti sudah menghancurkan segala hal yang sudah kami lakukan dengan susah payah. Secara sadar mereka ingin membalas dendam dan penuh kebencian. Saya khawatir ada beberapa orang yang ingin coba mengacaukan dan tanpa malu mereka membiarkan diri mereka menghancurkan reputasi dan sejarah klub ini,"

Lebih lanjut Laporta menyebut salah satu kesalahan rezim Rosell adalah menunjuk Tito Vilanova menggantikan Pep Guardiola awal musim ini.

"Dia menjadi solusi dari kepanikan karena mencari suksesor Pep. Mereka terburu-buru. Tito adalah pelatih bagus dengan pengetahuan yang hebat, murid Pep yang hebat, tapi dia butuh waktu untuk beradaptasi untuk tahu apa yang sedang ia lakukan saat ini," kata Laporta lagi.

"Dan sayangnya ia kembali dinaungi ketidakberuntungan saat kembali jatuh sakit. Jordi Roura menjadi pengganti sementara saat ia menjalani pengobatan kanker? Keputusan yang sulit tapi memang harus diambil."

"Apa yang bikin saya terkejut adalah tidak adanya keputusan yang diambil di momen penting musim ini saat kami ada di Liga Champions, karena hanya melindungi kepentingan ekonomi dari Tito. Tito seharusnya menunggu sampai ia sembuh total karena akan sulit baginya memimpin klub dalam situasi seperti ini," demikian dia.

Laudrup Nilai Barca Terlalu Bergantung pada Messi


Barcelona tersingkir secara menyakitkan dari ajang Liga Champions. Fakta itu diyakini Michael Laudrup merupakan bukti bahwa Barca terlalu bergantung kepada Lionel Messi.

Los Cules terdepak di babak semifinal setelah diluluh lantakkan Bayern Munich dengan agregat mencolok 0-7. Dalam duel dua leg itu, Messi hanya tampil di sekali di pertemuan pertama, itu pun tanpa kontribusi berarti.

Sedangkan di leg kedua yang digelar di Camp Nou kemarin malam, pemain terbaik dunia empat kali tersebut hanya duduk di bangku cadangan karena belum sepenuhnya fit setelah pulih dari cedera hamstring.

Laudrup pernah berseragam Barcelona pada 1989-1994 dan memenangi empat titel liga dan satu kali juara Piala Eropa (format lama Liga Champions). Pria yang kini menjadi manajer Swansea City ini merasa mantan klubnya itu saat ini sudah kelewat bergantung pada Messi.

"Ketika mereka melihat Messi ada di bangku cadangan tidak ada yang berpikir mereka bisa comeback (setelah kalah 0-4 di leg I)," nilai Laudrup di Sky Sports.

"Mereka punya sebuah tim hebat tapi ini sedikit mengkhawatirkan karena segala sesuatunya terkait kemampuan Messi. Sekalipun dia adalah pemain terbaik dunia, itu bisa menjadi sebuah masalah."

Messi sudah mencetak 58 gol dalam 48 penampilann di seluruh kompetisi. Jumlah itu merupakan 41 persen dari 143 gol yang dibukukan Barca di musim 2012/13.

Messi dan Busquets Kembali Berlatih


Penyerang Barcelona, Lionel Messi, dan gelandang Sergio Busquets telah kembali menjalani latihan normal dalam sesi latihan menjelang pertandingan melawan Real Betis yang akan digelar Minggu (5/5/2013) waktu setempat di Camp Nou.

Sebelumnya, Messi menderita gangguan pada harmstring dan Busquets mengalami cedera pangkal paha. Keduanya tidak bisa bermain saat Barcelona dikalahkan Bayern Muenchen 0-3 di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (1/5/2013).

"Leo Messi dan Sergio Busquets yang sebelumnya tidak bisa berlatih bersama rekan-rekan setim mereka di sesi latihan, baru-baru ini sudah bisa berlatih normal," jelas pihak klub di situs resmi mereka fcbarcelona.es.

Sementara itu, kiper Victor Valdes masih mengalami gangguan pada kirinya, sedangkan penyerang Pedro harus melewatkan latihan akibat gastroentritis (radang pada perut).

Blaugrana unggul 11 poin dari musuh bebuyutan Real Madrid yang berada di posisi kedua dan membutuhkan lima poin dari lima pertandingan tersisa untuk memastikan gelar juara Liga BBVA. Jika Madrid gagal menang atas Real Valladolid, Sabtu ini, dan Barca menang melawan Betis, hasil tersebut sudah cukup untuk mengamankan gelar.

Trio Bintang Barcelona Masuk Daftar Jual


Trio bintang Barcelona masuk daftar jual untuk musim panas ini, setelah klub raksasa Spanyol tersebut tersingkir dari ajang Liga Champions. Menurut laporan Mundo Deportivo, tiga pemain top itu adalah striker David Silva, Alexis Sanchez dan penjaga gawang Victor Valdes.

El Barca secara tragis tersisih dari babak empat besar Liga Champions. Klub kebanggaan publik Catalan tersebut kalah agregat 0-7 dari raksasa Jerman, Bayern Muenchen, setelah mereka ditaklukkan 0-3 pada leg kedua di Camp Nou, Rabu (1/5/2013).

Atas kegagalan yang menyesakkan itu, Barcelona diyakini mulai "mencuci gudang". Pemain yang dinilai tak lagi memberikan kontribusi secara maksimal akan didepak.

Valdes sudah menentukan pilihan akan meninggalkan Camp Nou, dan tertarik untuk pindah ke Premier League. Sedangkan striker asal Chile, Sanchez, sedang mengadakan pembicaraan dengan sejumlah klub, tetapi berpeluang besar kembali ke Italia untuk memperkuat Inter Milan atau Juventus.

Sementara itu, Villa dihubung-hubungkan dengan Arsenal.